Skip to content →

Akar-Akar Republik

Apa yang akan engkau lakukan ketika realita tak lagi membuatmu ingin berkata? Ruang dialog tak lagi terbuka dengan menatap muka, melainkan hanya akan berujung pada saling hujat dan berkata buta.

Tampaknya republik ini sedang berpijak di tanah algilik. Tanah dengan kandungan liat tinggi yang sulit tuk dieksplorasi. Sebagian akar-akar republik yang seakan-akan terhenti. Mengunci diri, terjebak dalam ruang yang nir solusi.

Menanti pergantian musim bisa jadi alternatif, tetapi sampai kapan republik menahan rasa sakit atas kondisi yang kian tak kondusif? 1 tahun? 2 tahun? Akankah kondusif dalam agenda akbar pemilihan eksekutif dan legislatif?

Teruslah mencari sumberdaya baru wahai akar republik yang penuh inisiatif. Melahirkan karya terbaik, generatif maupun vegetatif.

—-
“Kurangi gesekan, perbanyak kerja!” – UM
Skripsi juga bagian dari kerja kan ustadz? #eh
#FokusJihad #MDA

Published in Harmoni Kata

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *