Skip to content →

Akhir dari Sebuah Kata Pengantar Sang Pemimpi(n)!

Pagi buta kala itu menjadi sebuah saksi, ditemani damainya lampu lalu lintas yang menyala bergantian dengan damai. Pagi itu jalan Kaliurang memang terlihat sangat lengang. Ya, benar saja, benda berdiameter 2 cm masih menunjukkan sekitar pukul 5 pagi. Belum lama melintasi jalanan Kaliurang pemandangan unik mulai bermunculan.

Jas almamater dan vantovel dengan rapi menghiasi dan dengan kecepatan tinggi seakan mengejar sebuah lokasi. Bagaikan pembalap, lampu lalu lintas diperempatan Jakal menjadi isarat akselerasi motor. Siapakah mereka?

Dalam diam hati ini masih tetap ingin bertanya. Perjalanan ini kemudian berlanjut hingga menapaki sebuah lokasi. Bangunan mewah mepet sawah berlantai 2 menjadi tujuan. Dan pada lokasi yang sama kami dipertemukan. Kami dihimpun dalam sebuah agenda bersama. Pertanyaan tentang siapa mereka masih menjadi bayangan, meski secara identitas diri ini telah mengetahui siapa mereka. Namun identitas itu tak sesederhana yang dibayangkan. Tentu bukan hanya persoalan siapa nama mereka. Terlalu remeh untuk memikirkan sebuah nama tanpa mengetahui setiap value yang ada dalam diri mereka.

Sebuah institusi lahir pada 12 tahun silam. Beberapa tokoh masyarakat menjadi founding father dalam institusi ini bergerak. Bergerak bukan atas dasar profit oriented, tetapi mereka bergerak leader oriented. Bagaimana institusi ini menjadi sebuah peternak untuk melahirkan seorang pemimpin. Namun jangan salah, bukan berarti institusi ini yang kalah oleh sebuah nafsu terhadap harta atau tahta. Definisi pemmpin ini timbul dari suatu hal yang dinamakan peran. Bukan persoalan posisi, melainkan persoalan pengaruh!

Perlahan identitas itu mulai tampak. Dimensi waktu kelak yang akan menjawab secara terang siapa mereka. Pemaknaan apel itu diwarnai setiap mutiara yang hadir terbentuk dari harmoni kata tersendiri. Setiap mutiara yang menjad semangat dan motivasi. Namun itu baru saja warna pertama dari serangkaian pelangi kehidupan. Pelangi yang menjadi sebuah awal keindahan langitdan awan.

Empat jati diri, empat karakter menjadi bekal dalam setiap langkah mereka. Dihimpun, dibentuk, dan berkarya dalam sebuah tujuan demi Terwujudnya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat! Slogan itu yang selalu trngiang menjadi pengingat tuk satukan tekad.

Satu semester telah berlalu. Warna pelangi itu perlahan mulai tampak saling melengkapi membentuk sebuah kesatuan utuh pelangi. Setiap warna yang diberikam menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Salah satu warna pelangi bercerita yang mampu membuka sedikit siapa mereka. Tak banyak memang, namun menggambarkan. Warna itu hanya menuliskan Presiden RI, Gubernur Papua, Menteri ESDM, dan banyak susunan kata yang dituliskan oleh warna itu. Terhinpun dalam 2 kata Sang Pemimpi(n)!

Sebuah mimpi! 5 bulan 14 hari menjadi saksi bagaimana tinta tinta warna pelangi itu dikisahkan. Namun lagi-lagi ini semua adalah pelangi dengan segala keindahan yang wajib disyukuri dan dinikmati. Pelangi, yang menjadi awal dari keindahan langit dan awan yang selalu indah dengan segala abstraksi dan hari ini tepat 17 Januari 2015, apel penutup mengakhiri penghujung semester ini.

***Sekali lagi***

Ingatlah kawan baru pelangi atau sebuah kata pengantar. Setiap perjuangan dan bab bab baru dari lembaran kehidupan menanti tuk dijajaki seolah ingin dikejar tuk dapati keindahan awan dan langit.

Selamat Berlibur, keep productive, keep struggle!
Meraksasa and going to the next level. Semoga dipertemukan kembali pada pelangi kehidupan selanjutnya untuk bersama-sama temukan keindahan. Semoga Allah semakin menguatkan pundak-pundak kita.

Aqmal Nur Jihad, PPSDMS #7 Yogyakarta
Perjalanan Yogyakarta-Malang

Anonim PPSDMS Regional 3 Yogyakarta

Published in Fokus Karya Opini Bebas

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *