Skip to content →

Hari Kebangkitan Nasional: Pendidikan Masih Butuh Perbaikan

Hari kebangkitan nasional (Harkitnas) jatuh tepat setiap tanggal 20 Mei. Tanggal tersebut dijadikan momen kebangkitan nasional karena pada 20 Mei 1908 muncul dan bangkitnya rasa nasionalisme rakyat Indonesia melawan Belanda pada tanggal tersebut.

Apakah artinya kita masih berperang sampai sekarang? Tentu selama hidup kita akan terus berperang melawan tantangan yang ada terutama tantangan diri sendiri. Harkitnas disini bukan perang melawan Belanda atau bangsa lain, melainkan kita sebagai rakyat sedang berperang melawan bangsa kita sendiri. Lebih spesifiknya lagi kita sedang berperang dalam sektor pendidikan.

Lagi-lagi mahasiswa yang menjadi mediator ungkapan rakyat. Peran mahasiswa yang demikian dapat memacu pertumbuhan negara ini. Ternyata selain menuntut ilmu mereka dapat dikatakan pahlawan bangsa, karena merekalah suara rakyat akan didengar.

Seperti yang dilansir harian Metropolis (JawaPos grup) edisi Sabtu 21 Mei 2011  mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam forum advokasi mahasiswa melakukan aksi demonstrasi memperingati hari kebangkitan nasional. Dalam aksinya, mereka mengungkapkan bahwa masih banyaknya kaum tertindas di negeri ini. Salah satu diantaranya juga mengungkapkan bahwa masih mahalnya biaya kuliah di perguruan tinggi yang mereka tempati. “Hal tersebut dikarenakan tidak adanya dukungan dari pemerintah”, jelasnya. Hal semacam inilah yang membuat kalangan masyarakat menengah kebawah kesulitan untuk memasuki bangku universitas.

Memang benar sektor pendidikan kita sedang memiliki beberapa isu-isu besar dikalangan masyarakat. Sebagaimana yang diungkapkan narasumber saya mengatakan bahwa isu-isu besar itu antara lain naiknya biaya pendidikan perguruan tinggi, munculnya masalah NII, kuliah ekstensi, optimasi hasil karya anak bangsa. Semua masalah tersebut sangat perlu adanya peran pemerintah yang sangat kuat untuk bangkit.

Tiga dari empat isu besar diatas sudah saya bahas pada artikel sebelumnya, sekarang kita lihat apa yang sebenarnya terjadi pada masalah NII. Bagaimana pendapat anda tentang NII? Jika kita lihat beberapa minggu terakhir dimana media diramaikan soal NII yang merekrut anggota baru melalui jenjang perguruan tinggi. Banyak orang yang mengatakan NII merugikan tapi sebaiknya dalam permasalahan yang demikian kita tidak bisa langsung memvonis NII, butuh diskusi antar pakar untuk dapat menyimpulkan masalah tersebut.

Jika memang benar tidak salah sebaiknya pemerintah segera memverifikasi dan sebaliknya.

Beberapa hal tersebut masih sebagian kecil area perang sektor pendidikan dan disinilah pentingnya peran pemerintahan perlu dibuktikkan. Diluar sana pasti masih banyak lagi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Ayo jadikan harkitnas tahun ini lebih berarti untuk tahun depan. :)(aq/14)

Published in Arsip Pendidikan

2 Comments

  1. sudah selayaknya pemerintah turun tangan dalam perbaikan sektor pendidikan

  2. Ayo, jadikan harkitnas lebih bermanfaat..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *