Skip to content →

Mimpi Industri Indonesia: Penggalian Kembali Karya Anak Bangsa Sebagai Produk Nasional

Siapa yang tidak kenal B. J. Habibie? Siapakah beliau? Beliau adalah presiden ke-3 yang menggantikan presiden Soeharto. Benar sekali, tapi bukan jawaban tersebut yang tepat dalam artikel ini. B. J. Habibie adalah salah satu orang genius dalam negeri ini. Mengapa?

CN 235 itulah pesawat yang dirancang oleh B. J. Habibie IPTN dan CASA tersebut menjadi salah satu pesawat angkut elit dalam kelasnya. Pesawat tersebut dijadikan pesawat angkut di beberapa negara terutama adalah Spanyol. Tetapi dari beberapa kejadian di Indonesia TNI AU lebih sering menggunakan pesawat hercules sebagai pesawat angkutnya. Mengapa tidak menggunakan CN 235 yang notabene buatan anak bangsa?

Bukan hanya masalah pesawat rancangan anak bangsa, coba kita lihat Thailand yang mendapat julukan lumbung padi. Negara yang jauh lebih kecil daripada Indonesia bisa menjadi lumbung padi, bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini belum terjadi lagi swasembada pangan. Apa yang terjadi dengan negeri ini?

Jika dikatakan kecewa, ya benar saya kecewa dengan negeri ini. Sudah banyak karya anak bangsa yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Seperti halnya salah satu negara di Asia sudah ada yang menggunakan mobil lokal sebagai mobil Indonesia. Bagaimana dengan Indonesia? Dengan jumlah penduduk yang tidak kalah banyaknya dengan negara di Asia Indonesia tidak dapat mewujudkan hal yang sama.

Dapat kita lihat beberapa waktu lalu ada beberapa perguruan tinggi yang dapat menciptakan mobil. Dengan begitu kita dapat mengukur, sebenarnya kualitas perguruan tinggi kita tidak kalah hebatnya dengan negara lain. Tinggal sistem pengelolaannya yang harus dibenahi sehingga mobil tersebut dapat menjadi mobil nasional sesuai keinginan anak bangsa.

Satu lagi produk nasional yang mungkin sangat mengecewakan, bukan produknya melainkan penanganannya. Tahukah anda mobil tenaga surya buatan anak ITS pada tahun 1989? Mobil tersebut adalah mobil tenaga surya pertama yang diciptakan Indonesia. Menurut cerita, mobil dengan sebutan WW dahulu sering sekali dipublikasikan, namun bagaimana dengan sekarang? Salah satu faktor mangkraknya mobil tenaga surya Indonesia karena tidak adanya dukungan dana dari pihak swasta (sponsor) ataupun pemerintah padahal itu adalah inovasi anak bangsa yang membanggakan bangsa.

Hal tersebut adalah beberapa hal kecil dari produk anak bangsa yang sangat disayangkan penggunaannya. Padahal itu mereka buat dengan penelitian yang sangat membutuhkan kinerja otak yang maksimal. Sama dengan kata-kata cinta bertepuk sebelah tangan. Kerja yang dilakukan tak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Jadi kurangnya faktor penanganan dalam hal pemanfaatan produk anak bangsa membuat kita terus bergantung pada produk luar negeri. Lalu dimanakah kedudukan mahasiswa kita? Ayo pemimpin rakyat fasilitasi kita sebagai anak bangsa, dan wujudkan mimpi industri Indonesia untuk menembus pasar internasional layaknya Jepang, Korea, dan negara maju lainnya. Bangunkan karya mereka yang telah lama tidur. Ayo generasi muda kita lahirkan karya-karya kreatif demi bangsa. “Tetap semangat!”, Cak Aqmal.

Published in Arsip Pendidikan

9 Comments

  1. bangsa Indonesia itu timbul tenggelam, apa yang sekiranya baru pasti banyak digandrungi, beberapa lama kemudian tidak lagi. seperti halnya temuan-temuan tersebut di atas, yang awalnya saja digubris, tapi sekarang???
    budaya inilah yang seharusnya dihilangkan oleh bangsa Indonesia . . .

  2. Kecewa banget emang, kalau diungkapkan satu persatu…kok sepertinya Indonesia ini banyak yang memalukan padahal banyak hal yang dapat dibanggakan…tapi kan akhirnya kita harus mengerti juga mereka lbh bangga memakai product luar negeri yang sebenarnya sih datang dari Indonesia (untuk produk fashion) menaikkan kelas dengan mengekspornya dulu untuk kemudian kita mengimpor…well, I don’t really understand….

    Orang kita emang gampang banget dipengaruhi dan ngikutin trend sih,…

    • admin admin

      Nah, tidak dapat dipungkiri jika produk luar negeri memang lebih bagus. Namun, apbila kesadaran diri setiap individu bangga dengan hasil karya negeri maka tren ini akan berubah.. 🙂

  3. Wah, gambarnya asik tuh mal…
    Cak Aqmal Nur Jihad, Si Pencipta Mobil Tenaga Surya…
    Woh woh woh…. 😀

    Semoga Indonesia juga tidak kalah sama luar negeri…

  4. walaupun masih di angan-angan tapi semangan cak kita generasi muda pasti bisa

  5. pemerintah dan mereka yang kuat di negri ini sibuk bisnis dan memperkaya diri sendiri, sehingga aset berharga di negri ini terbengkalai dan tak manfaat.

    • admin admin

      BENAR sekali, butuh ‘pengorbanan’ untuk menyuarakan aspirasinya..

  6. jujur mas, pemerintah kita kurang menghargai karya anak bangsa.. mereka lebih mentingin korupsi dan ngelencer ke luar negeri ketimbang membina anak bangsa agar bisa membuat pesawat, membuat robot, atau bahkan menjadikan mereka ahli di masing-masing bidang. cobalah diperhatikan, berapa si anak bangsa yang lari kuliah di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Kurang apa sih negeri kita??? kurang berani..

  7. Banyak anak pintar tak dapat pendidikan wajar,dapet setelah terexspose media baru pemerintah bertindak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *