Skip to content →

Orang Miskin Dilarang Pintar?

Dunia pasti berputar, ada saatnya semua harus berubah. Jalani semua yang ada di dunia. Itulah potongan lirik lagu yang menurut saya dapat menjadi motivasi “mereka” untuk bangkit. Sama dengan artikel sebelumnya mereka saya artikan kepada orang-orang menengah kebawah. Kembali lagi pada potongan lagu, mengapa menurut saya lirik tersebut bermakna?

Jika saya menjawabnya secara global tentu saja tidak akan ada habisnya. Tapi untuk saat ini saya akan menjelaskannya dalam konteks pendidikan lebih spesifiknya yaitu pada jenjang perguruan tinggi(PTI).

Dapat kita ketahui sebelumnya biaya hidup manusia semakin lama semakin tinggi. Hal tersebut ternyata berdampak besar pada biaya pendidikan khususnya perguruan tinggi. Mengapa saya khususkan ke perguruan tinggi? Ya karena sebagian besar kota di Indonesia telah melaksanakan program wajib belajar 12 tahun. Artinya program tersebut hanya mampu menggratiskan mulai tingkat SD sampai SMA.

Pada zaman yang telah berubah ini mengapa pemerintah tidak melanjutkan programnya hingga kurang lebih 17 tahun atau setara dengan pendidikan S1? Padahal yang paling tinggi biayanya adalah jenjang perguruan tinggi. Selain itu kita liat pada dunia kerja, apa yang didapat oleh anak lulusan SMA? Jangankan SMA seseorang yang telah lulus pendidikan S1 saja seringkali kesulitan mencari kerja.

Pada koran jawa pos lalu terdapat daftar biaya yang mengesankan bagi saya. bagi saya sebagai anak SMA yang dapat dibilang masih tangan dibawah angka tersebut sangat mahal. Biaya paling sedikit sudah dapat membeli laptop seharga 10 juta-an. Apa yang ada dipikiran mereka tentang hal tersebut?

Sebelumnya kita wajib bersyukur atas rezeki yang kita terima dari tuhan YME. Sekarang mari kita bayangkan jika untuk makan saja mereka harus bekerja keras dan terkadang hasilnya tak sebanding dengan pengorbanannya. Apalagi untuk biaya sebesar itu.

Pada era globalisasi saat ini bidang IT sudah sangat berlari atau melangkah dengan cepat. Pertumbuhan teknologi tidak dapat ditahan lagi. Maka hal tersebut dapat dijadikan senjata bagi mereka. Seperti halnya internet yang memungkinkan mereka untuk mencari hal apapun dalam dunia maya. Jika dulu pemerintah pernah merealisasikan mimpi mereka melalui beasiswa supersemar tahun 1980 atau orde baru. Sekarang justru pihak swasta yang banyak memberikan kepada mereka. Misalnya saja agen alfalink, djarum dan pasti masih banyak yang lain. Tidak hanya dari internet pada jalanan yang saya pernah lihat terdapat pameran pendidikan yang menurut pengalaman teman saya adalah gudang beasiswa. Karena didalamnya banyak agen-agen yang memberi peluang kuliah diluar negeri.

Permasalahannya bagaimana mereka mencari informasi tersebut jika waktu mereka habis untuk melanjutkan hidup?

Ayolah pemimpin rakyat! Buktikkan jika anda ingin mutu Indonesia meningkat. Naikkan program menjadi 12 tahun ssetara S1. Hey! DPR lihat mereka yang masih mengantri untuk melanjutkan pendidikan mereka, bagaimana rasa capek mereka? Lebih capek mengantri pendidikan atau mengantri toilet? Coba bayangkan berapa orang yang dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan biaya 800 juta daripada untuk pembangunan gedung DPR.

Semangat bangsaku kita selamatkan negeri ini demi anak cucu kita nanti!

Published in Arsip Pendidikan

9 Comments

  1. nice . .
    pendidikan merupakan hal yg harus diutamakan di dalam suatu bangsa

    • admin admin

      Dengan begitu negara akan cepat berkembang layaknya tekhnologi yang sedang berlari…

  2. orang pintar belum tentu harus berduit

  3. menurut saya sebaiknya dana untuk membangun gedung DPR dialih fungsikan untuk sektor pendidikan karena pendidikan sangatlah pentingdan itulah yang bisa mengangkat harga diri bagsa

    • admin admin

      Ya benar dengan meningkatnya pendidikan ekonomi akan terangkat dan disaat itulah silahkan membangung gedung DPR yang baru..

  4. Jadi pengen bikin sekolah gratis, mungkin gak ya?

    • admin admin

      Pasti bisa mas,, tergantung niat kita yang kuat pasti bisa.. šŸ™‚ Sudah banyak orang-orang di negeri ini yang melakukan aksi sosial tersebut. Pada umunya pada anak jalanan..

  5. kalau bantuan sampai S1??? wiiik sangar yoh, perlombaan buat beasiswa, bidik misi, kurang bermakna.
    tapi ga papa, saran bagus buar Pak Nuh. dari pada dibuat bayar ‘study banding’ mentri-mentri lak mending mensejahterakan rakyat .

    • admin admin

      He.em, dari lomba internal nantinya bisa “menang” lomba dengan negara maju di dunia.. šŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *