Skip to content →

‘Penjaga Surga’ di Tanah Khatulistiwa

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia
(Qs. Ar-Rum 30:41)

Sebuah kutipan dari kitab suci Al Quran yang menjadi salah satu pertanda zaman. Bagian dari firman Allah yang menjadi sebuah berita atau realita saat ini. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, sebuah kalimat fenomenal yang sangat jelas terjadi. Beberapa fakta akan menjawab bagaimana kerusakan yang tampak di muka bumi.

Rekor dunia yakni Guinnes World Record pernah mencatat nama zamrud khatulistiwa ke dalam rekor dunia. Alih-alih bangga dengan pencapaian, rekor yang dibuat justru jauh dari kebanggaan. Rekor kehilangan kawasan hutan tercepat pada tahun 2007. Kehilangan luas hutan setiap jam dapat mencapai 51 km2 atau setara dengan 300 lapangan sepak bola. Data laju kehilangan hutan diungkapkan oleh Greenpeace regional Asia Tenggara.

Kehadiran perusahaan tambang, bukan sebuah kesalahan ketika perusahaan hadir untuk memanfaatkan alam. Namun sebuah kesalahan ketika kehadiran perusahaan tambang menurunkan kualitas lingkungan. Penggunaan teknis yang tepat tentu tetap menurunkan kualitas lingkungan apalagi tidak dilakukan dengan cara yang tepat? Kita ketahui bersama bahwa pada pasal 33 dijelaskan bahwa bumi dan seisinya untuk kesejahteraan masyarkat, realita di lapangan tidak demikian. Peningkatan pendapatan bertambah tidak ditemukan, justru kehilangan lahan banyak diceritakan. Eksploitasi besar-besaran yang terjadi menimbulkan kemarahan alam yang berdampak pada lingkungan.

Setelah beberapa studi menyatakan beberapa masalah yang berada diluar entitas, kita kembali ke daerah dimana lingkungan dan manusia sering berinteraksi. Kota, sebutan yang tepat bagi kawasan padat akan penduduk. Meski tidak semua kota dapat dikatakan padat namun beberapa diantaranya demikian. Musim kering kekeringan, musim hujan kebanjiran. Ada yang salah dari sistem alam, padahal tentu Allah menciptakan bumi dan seisinya dengan sistem yang sempurna. Kami tidak menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada diantara keduanya secara bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan benar (QS. Al-Maidah 44:38-39). Kita dapat melihat daerah aliran sungai yang banjir ketika hujan akibat kehadiran sampah. Sungai Ciliwung pada musim hujan 2015 lalu kembali meluap. Merilis data dari National Geographic Indonesia, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada November 2014, mengatakan sampah sungai Ciliwung diprediksi mencapai 132,7 ton. Sedangkan 13 sungai di Jakarta memiliki jumlah sampah 356,08 ton.

Hadiah terbaru dari pencipta alam bagi Indonesia saat ini yakni asap sebagai buah dari kebakaran hutan yang melanda Indonesia. Kalimantan salah satu pulau Indonesia yang memiliki titik api mencapai 1.247 buah. Dampak dari ribuan titik api sangatlah jelas, beberapa penerbangan terganggu, kondisi kualitas udara berada pada level sangat tidak sehat. Nikmat tuhan mu manakah yang engkau dustakan? (Ar Rahman 55:13). Nikmat alam yang telah diciptakan saat ini lenyap. Flora, fauna menjadi korban termasuk manusia yang tidak ikut campur menjadi sebab kebakaran. Nikmat yang sejatinya dapat dimanfaatkan, entah sebagai ekonomi maupun sebagai pemuas jiwa kini justru harus terbayar mahal untuk pemulihan. Seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), badan pemerintah telah bersiap dana 385 miliar untuk menuntaskan permaslahan kebakaran.

Kalimantan yang menyandang predikat sebagai paru-paru dunia kini sesak dipenuhi permasalahan lingkungan. Ketimpangan mulai terjadi, padahal sejatinya alam diciptakan secara seimbang dan benar. Permasalahan lingkungan ini hadir di Indonesia. Indonesia, sebuah negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Ada yang salah disini, Indonesia yang dihuni oleh muslim justru dihantui permasalahan lingkungan yang tidak sedikit. Bukan persoalan agama yang salah, namun bagaimana sosok setiap individu muslim di Indonesia. Kesadaran terhadap lingkungan menjadi salah satu cara menuju muslim sejati.

Secara ideal, Indonesia dengan mayoritas penduduk islam akan mampu mewujudkan keseimbangan lingkungan. Keseimbangan ekosistem yang akan mampu diwujudkan ketika menjadi seorang muslim sejati. Penjaga surga ini yang kemudian menjadi salah satu jalan menjadi sosok muslim sejati. Mengapa surga? Sebutan ini melekat kepada Indonesia sebagai tanah surga. Nikmat yang begitu melimpah Allah telah ciptakan dan diberikan kepada Indonesia.

Bagaimana bisa menjadi ‘penjaga surga’ merupakan sebuah jalan menjadi The True Muslim?

Pada hakikatnya seorang muslim akan memiliki beberapa filosofi dasar yang berasal dari firman Allah diantaranya adalah tauhid, melihat tanda-tanda Allah, menjadi khalifah, pemegang amanah, pejuang keadilan, dan menjalani kehidupan secara seimbang. Beberapa hal tersebut diungkapkan oleh Farraz Khan, seorang ahli islam dan lingkungan (Matin, 2012).

Tauhid, seorang muslim yang sejati paham betul bahwa segala sesuatu yang telah diciptakan berasal dari Allah. Filosofi ini yang menjadi dasar berpikir seorang muslim bahwa alam pula yang menjadi ciptaan dan wujud kehadiran Allah. Elemen-elemen alam yang menjadi bukti keesaan Allah. Ini menjadi sebuah tanda akan kebesaran Allah. Hal ini pula yang semakin menguatkan kekuatan iman kepada Allah. Pemahaman akan tauhid dan alam ini kemudian akan membawa seorang muslim sejati ada pada sebuah rasa syukur yang dapat berimplikasi pada penjagaan terhadap lingkungan semesta alam.

Menjadi khalifah atau penjaga, ini erat kaitannya langsung dengan sosok muslim sejati ‘penjaga surga’. Pemahaman ini harus dimaknai secara kaffah atau holistik. Pemahaman secara menyeluruh akan berujung pada resultan penjagaan lingkungan, pengelolaan lingkungan, sebagai salah satu bentuk syukur terhadap nikmat yang telah diberikan. Terlebih amanah yang diberikan kepada manusia diimbangi pula dengan proses penciptaan manusia yang merupakan makhluk paling sempurna dan mulia. Adanya akal untuk menjadi seorang penjaga surga.

Perjuangan terhadap keadilan, kita tahu bahwa alam diciptakan secara adil. Ada sebuah firman yang menyatakan bahwa alam ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Keadilan menjadi sesuatu yang esensial. Begitu pula kondisi bumi yang ideal. Kondisi equiliribium dimana alam saling menjaga, alam berada pada kondisi setimbang. Sebagai seorang khilafah, ‘penjaga surga’ perjuangan mewujdkan keadilan perlu dilakukan untuk mengembalikan kondisi alam yang telah rusak.

Filosofi yang terakhir yakni keselarasan hidup bersama alam. Alam yang diciptakan dalam kondisi seimbang akan tercipta keselarasan hidup antara alam dan manusia. Eksploitasi yang terlalu besar menjadi sebab keselarasan alam dan manusia itu hilang. Meski demikian, tetap harus disadari bahwa sejatinya manusia hidup selaras dengan alam.

Keenam filosofi manusia dalam konsep islam dan lingkungan tadi yang menjadi pengantar bagaimana seorang ‘penjaga surga’ berpotensi menjadi salah satu cara untuk menjadi muslim sejati. Lalu dari beberapa filosofi dasar yang telah disebutkan, bagaimana mampu menjadi seorang muslim sejati dengan bertransformasi menjadi ‘penjaga surga’ di tanah khatulistiwa?

Kerusakan alam yang ada merupakan salah satu bentuk noda, hal ini disebabkan karena seorang manusia yang secara sadar merasa memiliki seluruh alam padahal secara nyata tidak. Kerusakan alam pula yang kemudian meniadakan wujud keadilan sebagai mana manusia seharusnya sebagai pejuang keadilan di muka bumi. Manusia diciptakan bukan tanpa tujuan, manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah swt. Salah satu bentuk ibadah ini tidak lain adalah menjaga kelestarian lingkungan. Menjaga lingkungan sama dengan menjaga agama. Hakikat beribadah yakni rendah hati kepada Allah swt. Maka dari itu tidak dengan tamak menghabiskan seluruh sumber daya alam yang ada di alam merupakan salah satu bentuk menjaga ibadah terhadap Allah.

Tidak hanya berhenti sadar secara pribadi. Tentu kita mengenali konsep perubahan bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali suatu kaum tersebut yang akan berubah sendiri terlebih dahulu. Sebuah analogi yang akan memberikan stimulus kepada manusia, bagaimana seorang muslim mulai merubah perilaku menjadi seorang The True Muslim untuk kembali mewujudkan lingkungan yang seimbang.

Filosofi seorang khalifah di muka bumi tentu tidak akan mampu berjuang sendiri kecuali atas seizin Allah swt. Manusia yang pada dasarnya adalah seorang dai sebelum menjadi apapun yang kemudian menjadi dasar bahwa untuk menjadi seorang The True Muslim harus dilakukan secara masif. Lingkungan sebagai salah satu stimulan efektif sebagai jalan merubahan menuju The True Muslim. Oleh karenanya seorang muslim sejati ideal akan menyampaikan bagaimana peran seorang muslim sejati berjuang demi lingkungan. Mengungkap kebenaran yang harus dilakukan demi kelestarian bumi khatulistiwa. Sehingga dikemudian hari dapat ditemukan sebuah peradaban yang damai antara alam dan manusia. Semakin banyak agen yang dapat menjadi muslim sejati maka semakin banyak pula para ‘penjaga surga’ yang akan membangkitkan kembali kondisi lingkungan yang ada, tentu atas seizin Allah swt.

Hubungan secara vertikal telah banyak dibahas pada beberapa paragraf diatas, namun bagaimana hubungan horizontal di lapangan untuk menjadi The True Muslim? Beberapa tahapan emas yang memuat nilai-nilai islam merupakan salah satu perwujudan dari seorang The True Muslim diantaranya adalah:

Tafakkur Alam seperti beberapa ungkapan paragraf diatas, tafakkur alam menjadi salah satu tahapan emas menjadi muslim sejati. Melalui tafakkur alam seorang muslim mampu menjadi seorang muslim sejati dengan terus meningkatnya iman. Menyadari keesaan Allah. Kehadiran Allah di muka bumi sebagai bukti Ia pemilik alam.

Kegiatan penanaman, penghijauan dan beberapa kegiatan sejenis merupakan salah satu bentuk upaya restorasi lingkungan. Kerusakan yang telah terjadi berusaha diminimalisasi sekaligus meningkatkan upaya restorasi sehingga pada titik tertentu diharapkan mampu mengembalikan keadaan lingkungan seperti kondisi penciptaan meski tidak secara menyeluruh kembali 100 persen. Meski demikian upaya penanaman pohon ini akan membawa kebermanfaatan bagi makhluk hidup lain. Keberhasilan penanaman akan menjadi habitat bagi fauna. Islam juga memerhatikan bagaimana nilai estetika atau keindahan, hal ini pula yang dapat terwujud akibat kegaitan penanaman.

Masih teringat berapa jumlah sampah yang ada di sepanjang sungai Jakarta? Menjadi seorang muslim sejati selayaknya membuang sampah sesuai pada tempatnya. Bukan hanya ide sederhana, sebagai seorang dai pemanfaatan limbah dan ajakan akan pentingnya sampah menjadi metode penyebaran the true muslim melalui metode yang inovatif.

Upaya menjaga keseimbangan ekosistem merupakan salah satu upaya terbesar untuk menjadi seorang muslim sejati. Bagaimana seorang muslim sejati akan memandang seluruh elemen makhluk hidup sesuatu yang sama-sama memiliki haknya. Begitu pula air, Allah menciptakan air untuk menghidupkan segala sesuatunya. Maka salah satu upaya melindungi mata air dengan konservasi sekitar mata air seperti larangan kerusakan hutan daerah mata air merupakan salah satu upaya yang memuat nilai-nilai islam. Cara ini pula yang dapat menjadi jalan bagaimana seorang muslim menjadi muslim sejati atau The True Muslim.

Besar harapan tanah khatulistiwa ini kepada seorang muslim sejati yang memiliki filosofi nilai-nilai islam terhadap lingkungan. Filosofi tersebut yang menjadi pedoman bagi seorang muslim sejati bergerak. Mengembalikan kembali kondisi alam. Berupaya merestorasi alam untuk kebermanfaatan bersama.

Seorang penjaga surga tanah khatulistiwa merupakan sebuah harapan. Tanah khatulistiwa yang sering dilanda problema justru semakin memberi kekuatan. Karena bukan keadaan yang akan mematahkan, namun semangat karena Allah yang akan selalu menggerakkan.

Be The True Muslim! Karena Allah adalah tuhan semesta Alam.

Naskah Juara 3 UPI Al Qolam Writing Competition ~ Aqmal Nur Jihad

Daftar Pustaka

Al-Qaradhawi, Y. 2001. Islam Agama Ramah Lingkungan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Matin, I.B. 2012. Green Deen. Jakarta: Mizan.

Utami, U. 2008. Konservasi Sumber Daya Alam Perspektif Islam dan Sains. Malang: UIN Malang.

Published in Fokus Karya Opini Bebas

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *