Skip to content →

Sejenak Penuh Sajak

GMIF, Aqmal JihadKehidupan yang bisa dikatakan sedikit banyak berubah. Yogyakarta dengan berbagai macam arah dan memiliki berbagai kisah. Berinteraksi dengan sejumlah manusia dalam bentuk lembaga kemahasiswaan. Sudah hampir 5 tahun, sudut-sudut Yogyakarta menjadi wahana pembelajaran.

Semenjak kisah kelembagaan intra kampus yang tak lagi dipundak, diri ini memilih untuk fokus terhadap apa yang ada di ‘puncak’.

Menggapai puncak rupanya tak hanya sekali tarikan nafas. Berulang kali bahkan ada kalanya sejenak menghela nafas dan sembari merangkai sajak. Seni tentang mengelola nafas. Hingga kelak, ketika di puncak, pundak telah siap memandang setiap puncak yang jauh lebih tinggi dan menanjak.

Berbekal waktu yang bisa dikatakan sejenak Allah menganugerahkan rangkaian sajak dari para makhluk-Nya. Selamat berjuang dalam lanjutan kisah dunia-Nya, dari yang pasca wisuda, pasca akad pernikahan, hingga yang sedang berjuang menyiapkan bahan, menuntaskan pekerjaan, hingga dalam penantian alat untuk skripsian.

Menjelang petang sebelum pertemuan bersama para pemilik sajak, Allah telah mengirimkan terlebih dahulu sebuah kesempatan. Kala dimensi tak lagi berbatas oleh jarak, bertatap muka langsung dengan sang guru ust @CahyadiTakariawan. Mendengar dan menyimak sajak sebagai bekal menuju puncak yang lebih menanjak, tentang bersatunya 2 keluarga besar dan awal dari peradaban.

Terimakasih atas segala sajak. Semoga senantiasa dalam Naungan Dzat yang menggerakkan awan!

Yogyakarta, 17 Februari 17
Sejenak merangkai sajak, dalam perjalanan menuju satu puncak.

Published in Harmoni Kata

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *