Tsunami Webinar Kala Pandemi COVID-19

Tsunami Webinar, Video Conference Provider

Pandemi mengakibatkan terjadinya tsunami webinar. Webinar adalah bentuk manusia beradaptasi. Baik sebagai sarana komunikasi maupun aktivitas pendidikan.

Read Time:3 Minute, 2 Second
Hidup Baru

Pandemi COVID-19 membawa manusia menuju cara hidup baru yang sebenarnya (bukan versi Sunda Empire), setidaknya, untuk sementara waktu. Pandemi seolah memunculkan kebiasaan baru dikalangan masyarakat utamanya pola komunikasi, mulai dari peringatan hari raya, berniaga, bekerja, hingga kegiatan yang relevan dengan aktivitas pendidikan. Wujud kegiatan pendidikan dan kegiatan serupa seperti pelatihan, kini tak lagi menggunakan tatap muka, melainkan tatap layar. Aktivitas ini sering kita kenal dengan istilah webinar. Jumlahnya sangat banyak, sehingga penulis terlintas bahwa ini adalah sebuah fenomena Tsunami Webinar.

Saat ini webinar, menjadi kata yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Kata webinar merujuk kepada web seminar atau bahasa gampangnya adalah seminar online. Seminar yang pada sedia kala dilaksanakan secara offline atau luring atau tatap muka, kini berubah menjadi tatap layar.

COVID-19 memaksa kita untuk berubah lebih cepat menuju implementasi Internet of Things. Era dimana banyak komponen kehidupan terkoneksi dengan internet. Hampir seluruh aktivitas berlangsung secara virtual melalui perangkat lunak video conferencing. Termasuk webinar yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan secara signifikan.

Tsunami Webinar

Webinar yang merupakan salah satu aktivitas pendidikan terpengaruh dengan kondisi pandemi COVID-19. Institusi pendidikan formal, non formal, lembaga penelitian, hingga lembaga swadaya masyarakat seakan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mengadakan webinar. Kondisi sekarang ini saja, dalam bidang kehutanan dan lingkungan hidup, saya dapat menemukan beragam webinar yang diselenggarakan oleh LIPI, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Masyarakat Silvikultur Indonesia (MasSI), Fakultas Kehutanan, hingga lembaga-lembaga lain. Penulis menyebut ini sebagai sebuah tsunami webinar.

Kita bisa saksikan dalam akun resmi beberapa lembaga kemungkinan besar pasti terdapat pengumuman webinar. Tak ayal, terkadang setelah melakukan pendaftaran karena tema yang begitu menarik ditawarkan, sang pendaftar lupa bahwa tanggal penyelenggaraan webinar bersamaan dengan webinar yang lain. Atau ketika waktu penyelenggaraan pendaftar lupa karena sudah tertumpuk berbagai webinar lain.

Tsunami webinar ini dapat kita baca dari sejumlah data penyedia video conference. Penyedia video conference yang saat ini naik daun diantaranya Zoom, Google Meet, dan Cisco Webex. Melansir dari katadata.co.id Zoom mencatat peningkatan pendapatan hingga 169 persen. Dirilis dari Reuters, Jumlah menit pemakaian Microsoft Teams melonjak dari 900 juta menit pada tanggal 19 Maret menjadi 2,7 miliyar menit pada 31 Maret 2020. Secara umum, businesswire mencatatkan jumlah unduhan aplikasi video conference mencapai 62 juta pengguna. Lonjakan traffic tersebut dipengaruhi cara hidup baru  dalam masa pandemi, ketika manusia mengurangi aktivitas tatap muka dan aktivitas lain sebagai konsekuensi lockdown, social distance yang diterapkan oleh pemerintah masing-masing negara.

Pengaruh

Peningkatan penyelenggaraan webinar memberi sejumlah pengaruh tersendiri bagi perkembangan keilmuwan khususnya bidang kehutanan di Indonesia. Pengaruh tersebut bisa berarti dampak positif dan negatif. Manfaat yang dapat diperoleh akibat metode webinar ini diantaranya, (1) efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh lembaga karena praktis tidak terdapat biaya operasional seperti biaya sewa gedung; (2) minim mobilitas, hal ini berdampak pada penurunan tingkat polusi (contoh: DKI Jakarta); dan (3) penyebaran ilmu yang semakin mudah disebabkan oleh keterbukaan dan akses sudah tidak berbatas, lintas universitas, lintas lembaga, hingga lintas benua.

Tsunami webinar juga dapat menjadi momentum untuk memulai konsep pendidikan jarak jauh. Konsep tersebut seringkali ditemukan dalam beberapa pendidikan formal perguruan tinggi di luar negeri yang dikenal dengan distance learning.

Pada sisi yang lain, memunculkan sejumlah efek negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan mencakup (1) penurunan sumber pendapatan pada beberapa sektor yang terlibat seperti konsumsi dan akomodasi dan (2) kemunculan zoom fatigue atau kelelahan yang disebabkan aktivitas webinar yang terlalu banyak.

Secara umum, sebagai sebuah refleksi singkat. Tsunami Webinar memiliki efek positif jauh lebih banyak ketimbang efek negatif yang ditimbulkan. Pandemi ini memaksa disrupsi berlangsung lebih cepat bagi manusia. Seakan masa depan ada didepan mata. Membuka akses pendidikan secara bebas dan luas ke penjuru negara yang terbentang dari Sabang-Merauke.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social profiles